Apa itu Tauhid? Pentingnya Tauhid dalam diri kita
Assalamualaikum warahmatullahi. wabarakatuh
Saudaraku seiman ya akhi fillah, ya ukhti fillah. apakah kalian tahu apa itu tauhid? Tauhid dalam bahasa arab ( Arab : ﺗﻮﺣﻴﺪ), adalah konsep dalam aqidah Islam
yang menyatakan keesaan Allah .
Dalam pengamalannya
ketauhidan dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid
1. rububiyah
2. uluhiyah
3. Asma wa Sifat.
Mengamalkan
tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari
kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang
muslim.
yang menyatakan keesaan Allah .
Dalam pengamalannya
ketauhidan dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid
1. rububiyah
2. uluhiyah
3. Asma wa Sifat.
Mengamalkan
tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari
kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang
muslim.
A. Kedudukan tauhid dalam Islam
Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar
Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling
besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya
amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan
rasulullah .
Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling
besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya
amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan
rasulullah .
Dalil Al-Qur'an tentang
keutamaan dan keagungan
tauhid
Berikut ini adalah dalil dari Qur'an mengenai keutamaan
dan keagungan tauhid, di antaranya adalah:
keutamaan dan keagungan
tauhid
Berikut ini adalah dalil dari Qur'an mengenai keutamaan
dan keagungan tauhid, di antaranya adalah:
“ ...dan sesungguhnya Kami telah
mengutus rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): Sembahlah Allah
(saja), dan jauhilah Thaghut itu. (An-
Nahl 16:36) ”
mengutus rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): Sembahlah Allah
(saja), dan jauhilah Thaghut itu. (An-
Nahl 16:36) ”
“ Padahal mereka hanya disuruh
menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Dia. Maha Suci Allah dari apa
yang mereka persekutukan. (At-Taubah
9:31) ”
menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Dia. Maha Suci Allah dari apa
yang mereka persekutukan. (At-Taubah
9:31) ”
“ Maka sembahlah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya.
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah
agama yang bersih (dari syirik). (Az-
Zumar 39:2-3) ”
memurnikan ketaatan kepada-Nya.
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah
agama yang bersih (dari syirik). (Az-
Zumar 39:2-3) ”
“ Padahal mereka tidak disuruh kecuali
supaya menyembah Allah dengan
memurnikan keta`atan kepada-Nya
dalam (menjalankan) agama dengan
lurus. (Al-Bayyinah 98:5) ”
supaya menyembah Allah dengan
memurnikan keta`atan kepada-Nya
dalam (menjalankan) agama dengan
lurus. (Al-Bayyinah 98:5) ”
Perkataan ulama tentang tauhid
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:
Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan
mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini
adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu
Wa Ta'aalaa serta taat kepada rasulullah .
Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah,
musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain
penyebabnya adalah menyelisihi rasulullah dan
berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu
Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan
sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini
baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu'
Fatawa 15/25)
Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-
pengaruhnya yang terpuji ini, maka setan adalah
makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk
menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja
untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Setan
lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang
diharapkan membuahkan hasil.
Jika setan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam)
syirik akbar, setan tidak akan putus asa untuk
menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak
dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga
tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam
berbagai bidah dan khurafat.
mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini
adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu
Wa Ta'aalaa serta taat kepada rasulullah .
Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah,
musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain
penyebabnya adalah menyelisihi rasulullah dan
berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu
Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan
sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini
baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu'
Fatawa 15/25)
Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-
pengaruhnya yang terpuji ini, maka setan adalah
makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk
menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja
untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Setan
lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang
diharapkan membuahkan hasil.
Jika setan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam)
syirik akbar, setan tidak akan putus asa untuk
menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak
dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga
tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam
berbagai bidah dan khurafat.
B. Pembagian tauhid
1. Rububiyah
Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang
memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur,
memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat,
menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta.
Sebagaimana terdapat dalam Al Quran yang berbunyi:
memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur,
memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat,
menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta.
Sebagaimana terdapat dalam Al Quran yang berbunyi:
“ Allah menciptakan segala sesuatu dan
Dia memelihara segala sesuatu. (Az-
Zumar 39:62) ”
Dia memelihara segala sesuatu. (Az-
Zumar 39:62) ”
Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak
ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang
mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada
kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya
hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di
dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa
tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang
membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah
membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini
sebagaimana firman Allah:
ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang
mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada
kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya
hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di
dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa
tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang
membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah
membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini
sebagaimana firman Allah:
“ Apakah mereka diciptakan tanpa
sesuatu pun ataukah mereka yang
menciptakan? Ataukah mereka telah
menciptakan langit dan bumi itu?
sebenarnya mereka tidak meyakini (apa
yang mereka katakan). (Ath-Thur:
35-36) ”
sesuatu pun ataukah mereka yang
menciptakan? Ataukah mereka telah
menciptakan langit dan bumi itu?
sebenarnya mereka tidak meyakini (apa
yang mereka katakan). (Ath-Thur:
35-36) ”
Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah
ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam
karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy
yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis
tauhid ini. Sebagaimana firman Allah,
ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam
karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy
yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis
tauhid ini. Sebagaimana firman Allah,
“ Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki
langit yang tujuh dan Yang memiliki
Arsy yang besar?’ Mereka akan
menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’
Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak
bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang
di tangan-Nya berada kekuasaan atas
segala sesuatu sedang Dia melindungi,
tetapi tidak ada yang dapat dilindungi
dari -Nya, jika kamu mengetahui?’
Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan
Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan
manakah kamu ditipu?' (Al-Mu’minun:
86-89) ”
langit yang tujuh dan Yang memiliki
Arsy yang besar?’ Mereka akan
menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’
Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak
bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang
di tangan-Nya berada kekuasaan atas
segala sesuatu sedang Dia melindungi,
tetapi tidak ada yang dapat dilindungi
dari -Nya, jika kamu mengetahui?’
Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan
Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan
manakah kamu ditipu?' (Al-Mu’minun:
86-89) ”
2.Uluhiyah/Ibadah
Beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak
disembah, tidak ada sekutu bagiNya.
disembah, tidak ada sekutu bagiNya.
"Allah menyatakan
bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain
Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang
orang yang berilmu (juga menyatakan demikian).
bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain
Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang
orang yang berilmu (juga menyatakan demikian).
“ Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha
Bijaksana. ('Al 'Imran 3:18) ”
selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha
Bijaksana. ('Al 'Imran 3:18) ”
Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi
dari keimanan terhadap rububiyahNya. Mengesakan Allah
dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti
salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat,
harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya.
Di mana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua
ibadah itu hanya kepada Allah semata. Tauhid inilah yang
merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid
yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini
sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan
mereka itu
dari keimanan terhadap rububiyahNya. Mengesakan Allah
dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti
salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat,
harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya.
Di mana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua
ibadah itu hanya kepada Allah semata. Tauhid inilah yang
merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid
yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini
sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan
mereka itu
“ Mengapa ia menjadikan sesembahan-
sesembahan itu Sesembahan Yang Satu
saja? Sesungguhnya ini benar-benar
suatu hal yang sangat mengherankan.
(Shaad 38:5) ”
sesembahan itu Sesembahan Yang Satu
saja? Sesungguhnya ini benar-benar
suatu hal yang sangat mengherankan.
(Shaad 38:5) ”
Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika
tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan
untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah
maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya
walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-
satunya Pencipta alam semesta.
tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan
untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah
maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya
walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-
satunya Pencipta alam semesta.
3. Asma wa sifat
Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik
( asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya.
Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan
nama sekaligus sifat Allah.
Tidak ada tauhid mulkiyah
Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas
dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid
Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru.
Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah
kekuasaan Allah Azza wa Jalla, maka hal ini sudah
masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila
yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan
hukum Allah di muka bumi, maka hal ini sudah masuk ke
dalam Tauhid Uluhiyah, karena hukum itu milik Allah
Subhanahu wa Ta'ala dan tidak boleh kita beribadah
melainkan hanya kepada Allah semata.
( asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya.
Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan
nama sekaligus sifat Allah.
Tidak ada tauhid mulkiyah
Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas
dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid
Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru.
Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah
kekuasaan Allah Azza wa Jalla, maka hal ini sudah
masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila
yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan
hukum Allah di muka bumi, maka hal ini sudah masuk ke
dalam Tauhid Uluhiyah, karena hukum itu milik Allah
Subhanahu wa Ta'ala dan tidak boleh kita beribadah
melainkan hanya kepada Allah semata.
“ Kamu tidak menyembah yang selain
Allah kecuali hanya (menyembah) nama-
nama yang kamu dan nenek moyangmu
membuat-buatnya. Allah tidak
menurunkan suatu keteranganpun
tentang nama-nama itu. Keputusan itu
hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah
memerintahkan agar kamu tidak
menyembah selain Dia. Itulah agama
yang lurus, tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui. (Yusuf 12:40)
Allah kecuali hanya (menyembah) nama-
nama yang kamu dan nenek moyangmu
membuat-buatnya. Allah tidak
menurunkan suatu keteranganpun
tentang nama-nama itu. Keputusan itu
hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah
memerintahkan agar kamu tidak
menyembah selain Dia. Itulah agama
yang lurus, tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui. (Yusuf 12:40)
Salah satu inti dari bagaimana kita untuk bertauhid adalah dengan cara memperkuat Aqidah dan Ahlakul karimah, Insyaallah apabila Aqidah kita kuat maka tauhid di dalam dada kita semakin kuat, Semoga Allah SWT selalu memberi syafa'at untuk kita semua, dan semoga Allah SWT merahmati kita sebagai umat Akhir zaman. aamiin aamiin yaa rabbal alaamiin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tauhid




Komentar
Posting Komentar